Minggu, 07 Agustus 2016

Phantom Detective: Bertarung dengan Cerdik

Ini dia postingan yang saya sebut sedikit lebih penting dari yang sebelumnya. Terinspirasi dari tugas organisasi (ada juga ternyata tugas yang menginspirasi haha). Hasil dari kegiatan menonton film Korea, ulasan tentang film Phantom Detective.

Phantom Detective (hangul: 탐정 홍길동) bercerita tentang seorang detektif swasta bernama Hong Gil Dong yang berusaha mencari seorang kakek tua (Kim Byeong Deok) untuk membalaskan dendam masa lalunya. Di tengah pencariannya, Hong Gil Dong terpaksa berurusan dengan sebuah organisasi politik, Gwangeunhwe, dikarenakan Kim Byeong Deok diculik oleh mereka. Namun, hal itu justru membuat Hong Gil Dong mengenal dirinya sendiri dan mengingat masa lalunya sebelum hilang ingatan.
Sang tokoh utama Hong Gil Dong mengaku mempunyai 2 keahlian: berbohong dan mendeteksi kebohongan. Meski begitu sebenarnya satu-satunya hal yang membuat Hong Gil Dong istimewa adalah kecerdikannya. Berbohong dan mendeteksi kebohongan adalah bagian dari kecerdikan itu sendiri.
Di bagian prolog film ini, terdapat adegan di mana Hong Gil Dong berjanji akan membebaskan salah seorang anggota geng Hwalbindang yang mengetahui keberadaan Kim Byeong Deok. Hal tersebut membuat salah seorang diantara mereka berbohong dan mengaku mengetahui keberadaan Kim Byeong Deok. Sayangnya, Hong Gil Dong dapat mendeteksi kebohongan itu, membuat kebebasan hanya menjadi angan bagi anggota geng tersebut. Kemampuan mendeteksi kebohongan Hong Gil Dong tentu saja bukanlah sebuah keajaiban. Hong Gil Dong mendeteksinya karena ia sendiri sebenarnya sudah banyak mengumpulkan informasi. Orang yang cerdik akan selalu mengumpulkan banyak informasi, karena informasi tersebut akan dapat bermanfaat suatu saat.
Hong Gil Dong yang pandai berbohong mempunyai banyak identitas. Terbukti dengan berbagai kartu nama yang tersimpan di dompetnya. Ia mengaku sebagai petugas pendaftaran, polisi, jaksa, hingga pemerintah kabupaten. Ia bahkan berbohong tentang namanya pada kedua orang cucu Kim Byeong Deok yang ikut bersamanya mencari sang kakek. Kim Mal Soon, cucu Kim Byeong Deok yang paling kecil pun sempat berkata, "Ahjussi itu berbohong matanya tidak berkedip."
Sebagai seorang detektif, Hong Gil Dong sudah terlatih untuk menjadi cerdik sehingga orang akan mudah percaya padanya, meski mereka sedang dibohongi. Tak perlu heran, ini karena orang cerdik mempunyai kepercayaan diri dan selalu terlihat meyakinkan. Sikap percaya dirinya membuat orang lain tidak mempertanyakan kebenaran perkataannya.
Kemampuan lain yang dimiliki oleh orang yang cerdik adalah mengendalikan ekspresi. Kembali menarik garis mundur ke belakang, saat di prolog sebelum menemui anggota Hwalbindang, Hong Gil Dong menunjukkan wajah suram karena ia baru saja terbangun dari mimpi buruknya. Tetapi dalam sekejap, ekspresi wajahnya berubah menjadi tersenyum di depan para anggota geng Hwalbindang. Di bagian akhir, saat Hong Gil Dong harus menghadapi Gwangeunhwe secara langsung pun ia juga bermain dengan ekspresi wajahnya. Ia berpura-pura sedih saat suara tembakan terdengar sementara suara tembakan itu sebenarnya berasal dari senapan orang-orangnya. Ia juga berpura-pura takut saat senapan di arahkan kepadanya padahal ia sudah tahu kalau senapan itu tidak akan membunuhnya. Sebelumnya orangnya telah menyuap penyedia senapan dan membuat mesin senapan tidak berfungsi.
Menjadi orang yang cerdik mempunyai banyak keuntungan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk berlatih menjadi cerdik. Asalkan kecerdikannya bukan dalam makna yang buruk. Bekerja dan bertarunglah dengan cerdik, sehingga tak perlu membuang banyak tenaga dengan bekerja dan bertarung dengan keras.

Libur Semester

Sudah lupa kapan terakhir kali membuka aplikasi blogger di ponsel. Debu dan sarang laba-laba sepetinya sudah menempel di setiap sudut blog ini haha
Sebelum membuat post yang-mudah-mudahan-akan lebih penting dari post ini, saya ingin mendongeng terlebih dahulu. Ah, bukan, bukan dongeng, tapi curhatan *nyengir
Kurang lebih sudah hampir 2 bulan semenjak kuliah terakhir di semester kemarin. Sisa waktu liburan sampai masuk ke semester baru tidak sampai 1 bulan lagi. Lalu, sudah apa saja saya selama 2 bulan ini? Tidak menghasilkan produk sama sekali, dengan kata lain, sama sekali tidak produktif. Bahasa Betawinya, "kagak ngapa-ngapain."
Sebulan pertama saya akan menggunakan bulan Ramadhan sebagai alasan. Eh, tidak, tidak. Astaghfirullah. Ampuni hambaMu yang memang malas ini. Sebenarnya saat bulan puasa seperti tahun-tahun sebelumnya saya bisnis cokelat bersama orang tua. Itulah mengapa saya tidak produktif. Eh, tapi bukannya bisnis cokelat itu berarti menghasilkan sesuatu? Berarti sebulan pertama saya cukup produktif. Ralat yang diatas, "Lalu, sudah apa saja saya selama 2 bulan ini?" Sebulan pertama saya bisnis cokelat tuh hihi
Oke, jadi mengapa saya merasa kagak ngapa-ngapain? Karena bulan berikutnya-bulan kedua-sepertinya saya hanya melakukan ini dan itu-setelah beberapa hari sempat merasakan hembusan angin laut di pulau sih. Jika dijabarkan, ini dan itunya adalah tidur-bangun-tidur lagi-masak-nonton drama/film Korea-ngajar les-nonton drama/film Korea lagi-tidur. Begitulah siklus hidup saya belakangan ini. Ya, bisa dibilang saya hampir membusuk di rumah, detail lokasinya: kasur. Karena tidur dan nonton drama/film saya lakukan di atas kasur.
Untuk sekedar informasi, menonton drama Korea adalah pilihan yang tepat jika Anda ingin menghabiskan waktu Anda dengan bahagia. Bayangkan, rata-rata 1 seri drama Korea ada sekitar 16-20 episode yang artinya Anda akan menghabiskan waktu +- 16-20 jam (dibuat +- karena ada drama yang durasi satu episodenya tidak sampai 1 jam atau lebih dari 1 jam) untuk menonton sampai ceritanya mencapai ending. Alur cerita yang bagus berpadu dengan ketampanan dan kemahiran para aktor, luar biasa. Ya, ini agak kelewat jalur. Jadi intinya saya merasa tidak produktif karena hanya melakukan ini dan itu saja.
Sementara-akan saya sebutkan satu persatu-lebih dari setengah teman sekelas saya mengikuti KKN, ada juga yang terbang ke 3 negara, ada yang mengikuti English Course, ada yang katanya mendaftar sebagai Duta Bahasa, ada yang sibuk rapat (anak organisasi), ada yang......... Sudahlah saya tidak sanggup melanjutkannya. Sekarang mengerti kan mengapa saya merasa sangat tidak berguna.
Jadi, agar sedikit menghilangkan rasa tidak berguna itu, saya akan membuat sesuatu postingan selanjutnya.