00.39
Jarang-jarang saya merasa tidak mengantuk sampai jam segini, padahal kemarin saya tidak tidur siang. Jadi sambil menunggu rasa kantuk datang, saya menulis ini. Postingan tentang ulang tahun ke 18.
Seperti biasa, bagaikan tradisi di keluarga kami untuk makan di luar setiap kali ada anggota keluarga yang berulang tahun. Kali ini kami sekeluarga makan di restoran Radja Gurame di daerah Taman Solo, Cempaka Putih. Padahal saya dengan bawelnya menuntut untuk makan di restoran Korea, biasa lah Korean drama effect. Tapi tak apa, dimanapun asal bersama keluarga pasti spesial 'kan?
Tidak dirayakan sesuai tanggalnya, saya tidak bisa melakukan apa-apa kecuali merengut sebal. Ayah dan ibu sudah punya jadwal acara keluarga yang penting tanggal 21 kemarin. Jadi kami baru sempat merayakan tanggal 22.
Meski begitu, sebelumnya di hari h-sesuai feeling saya-'menel-menel' datang ke rumah. Menyanyikan lagu Happy Birthday sementara saya sedang di kamar di lantai atas. Membawa kue dengan entah berapa lilin kecil diatasnya, mungkin 18.
Kami melepas rindu dengan bercandaan dan tertawa keras-keras hingga sekitar pukul 20.30. Tidak lupa juga foto-foto sampai kehabisan gaya. Jarang-jarang kami bisa berkumpul tanpa kurang satu personel pun. Sekali lagi, terimakasih, kawan. Keep menel!
Pertanyaan ayah dari tahun ke tahun, "Fitria mau kado apa?"
Biasanya saya akan langsung menyebutkan satu per satu barang yang saya inginkan, tapi tahun ini entahlah, malu rasanya untuk meminta ini itu. Saya menggeleng. Tetap sehat, punya teman-teman yang peduli dan bisa berkumpul dengan keluarga seperti sekarang sudah lebih dari cukup.
Doa.
Doakan saja.
Senin, 23 Februari 2015
18
Jumat, 20 Februari 2015
17
20 Februari 2015.
Hari terakhir berusia 17 tahun. Setelah iseng melihat-lihat postingan yang ada di blog ini, saya baru menyadari saya tidak membuat postingan tentang ulang tahun saya yang ke 17. Padahal saya membuat postingan saat berulang tahun ke 15 dan 16. Aneh juga, bukannya orang-orang justru lebih mengistimewakan ulang tahun ke 17? Tapi saya malah melongkapnya haha barangkali karena terlalu istimewa sampai lupa membuat postingan *eh
Angka 17 itu tak lama lagi akan berubah menjadi angka 18. Wah, sisa umur saya semakin berkurang saja. Ingin rasanya terus hidup di usia belasan tahun. Membayangkan pada usia 20 tahunan saya sudah harus bekerja dengan produktif, lalu menikah dan tidak tinggal bersama orang tua lagi membuat saya bertanya-tanya, "sanggupkah?". Haha dasar manja!
Meski begitu, waktu tidak mungkin berhenti barang sedetik. Itu yang harus saya pahami. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, tahun demi tahun....semua akan terus berjalan. Tidak perlu berkejar-kejaran dengan waktu, saya-kita semua-hanya perlu menikmatinya. Menjadikan setiap detik sebagai kenangan yang indah nantinya.
Saya harus menjadi lebih dewasa, apalagi sebagai seorang calon guru SD (aamiin) yang harus mampu menjadi orang tua bagi murid-muridnya. Masih ada banyak hal yang harus saya perbaiki dari diri saya. Perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, saya pasti bisa.
Oh ya, mengenai ulang tahun ke 17, saya senang bisa merayakannya bersama teman-teman yang sekarang sudah berpencar untuk mengejar cita-citanya masing-masing. Mereka juga memberikan kado yang sangat spesial. Mereka peduli dengan keinginan saya. Lebih dari itu, mereka peka dengan kode saya haha
Kawan, bagaimana kabar kalian? Kalau Allah mengizinkan, entah di ulang tahun saya yang keberapa nanti, bisakah kita berkumpul untuk merayakannya lagi? Tahun ini terlihat sangat tidak memungkinkan.
Tidak ada yang saya harapkan tahun ini selain bisa menjadi orang yang lebih baik dan mungkin sekedar ucapan??
Ralat, bukan harapan. Harapan yang gagal hanya membuat kecewa. Maka saya akan menyebutnya sebagai doa. Tinggal Allah yang memutuskan lebih baik dikabulkan atau tidak. Jika dikabulkan, saya akan sangat bersyukur. Jika tidak, saya tidak akan kecewa karena saya tahu keputusan Allah tidak pernah salah.
Nb: terimakasih kadonya, akhir-akhir ini saya terus memutar cdnya.