Minggu, 21 Mei 2017

Cerita tentang Pagar

Izinkan aku bercerita tentang pagar
Pagar dari bambu yang dulu kutancapkan satu per satu
Dulu kupasang pula tali untuk mengikat yang satu dengan yang lainnya
Pagar itu cukup kokoh, aku bangga karenanya
Tapi suatu hari badai datang
Menantang pagar bambuku untuk tetap bertahan
Aku menangis
Kulihat tali temali yang mengikat pagarku mulai merenggang
Kuratapi tali yang hampir lepas itu, lalu angin sepoi berbisik padaku,
"Bukankah selama ini kamu terlalu terkekang? Kamu dikelilingi pagar hingga segala yang kamu lakukan jadi terbatas. Tidakkah kamu ingin bebas? Seperti orang-orang yang berlalu lalang di luar sana?"
Aku termenung sesaat
Kulihat orang-orang di luar pagarku berjalan kesana kemari dengan semangat
Lalu kumulai berpikir keras, haruskah kubongkar saja pagar ini?
Melepaskannya satu per satu dari atas tanah
Aku iri
Aku benci
Aku marah
Aku juga ingin berjalan-jalan sore di luar pagar
Aku ingin ketawa ketiwi membanggakan diri yang tak dibatasi
Kucabut paksa pagar bambuku
Ah, tapi tanganku sekarang jadi kesakitan
Serat bambu itu menusuk tanganku
Darah mulai menetes keluar
Aku menangis lagi
Di antara pagar yang berantakan dan kebebasan