Jumat, 20 Februari 2015

17

20 Februari 2015.
Hari terakhir berusia 17 tahun. Setelah iseng melihat-lihat postingan yang ada di blog ini, saya baru menyadari saya tidak membuat postingan tentang ulang tahun saya yang ke 17. Padahal saya membuat postingan saat berulang tahun ke 15 dan 16. Aneh juga, bukannya orang-orang justru lebih mengistimewakan ulang tahun ke 17? Tapi saya malah melongkapnya haha barangkali karena terlalu istimewa sampai lupa membuat postingan *eh
Angka 17 itu tak lama lagi akan berubah menjadi angka 18. Wah, sisa umur saya semakin berkurang saja. Ingin rasanya terus hidup di usia belasan tahun. Membayangkan pada usia 20 tahunan saya sudah harus bekerja dengan produktif, lalu menikah dan tidak tinggal bersama orang tua lagi membuat saya bertanya-tanya, "sanggupkah?". Haha dasar manja!
Meski begitu, waktu tidak mungkin berhenti barang sedetik. Itu yang harus saya pahami. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, tahun demi tahun....semua akan terus berjalan. Tidak perlu berkejar-kejaran dengan waktu, saya-kita semua-hanya perlu menikmatinya. Menjadikan setiap detik sebagai kenangan yang indah nantinya.
Saya harus menjadi lebih dewasa, apalagi sebagai seorang calon guru SD (aamiin) yang harus mampu menjadi orang tua bagi murid-muridnya. Masih ada banyak hal yang harus saya perbaiki dari diri saya. Perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, saya pasti bisa.
Oh ya, mengenai ulang tahun ke 17, saya senang bisa merayakannya bersama teman-teman yang sekarang sudah berpencar untuk mengejar cita-citanya masing-masing. Mereka juga memberikan kado yang sangat spesial. Mereka peduli dengan keinginan saya. Lebih dari itu, mereka peka dengan kode saya haha
Kawan, bagaimana kabar kalian? Kalau Allah mengizinkan, entah di ulang tahun saya yang keberapa nanti, bisakah kita berkumpul untuk merayakannya lagi? Tahun ini terlihat sangat tidak memungkinkan.
Tidak ada yang saya harapkan tahun ini selain bisa menjadi orang yang lebih baik dan mungkin sekedar ucapan??
Ralat, bukan harapan. Harapan yang gagal hanya membuat kecewa. Maka saya akan menyebutnya sebagai doa. Tinggal Allah yang memutuskan lebih baik dikabulkan atau tidak. Jika dikabulkan, saya akan sangat bersyukur. Jika tidak, saya tidak akan kecewa karena saya tahu keputusan Allah tidak pernah salah.

Nb: terimakasih kadonya, akhir-akhir ini saya terus memutar cdnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar