Seseorang pernah bertanya. Apa yang terjadi sebenarnya, bagaimana mulanya, seberapa besarkah masalahnya, dan bagaimana mengatasinya.
Tidak terjawab.
Hei, mana ingat?
Tidak terbesit pula keinginan untuk mengingat.
Mengapa pula harus diingat?
Kita ini manusia.
Ada masa-masa dalam hidup di mana kita bahagia setengah mati.
Akan selalu ada juga masa di mana kita ingin merintih.
Teriak.
Memaki.
Bahkan menangis jika tak ada lagi solusi.
Karena kita manusia.
Makhluk sosial, katanya.
Ya, paling tidak kita berinteraksi dengan keluarga.
Siapa pula yang ingin mendengarmu berteriak?
Membuat sakit telinga-telinga yang mendengar saja.
Siapa pula yang ingin mendengarmu memaki?
Kata-kata kotor nan menjijikan.
Merusak citra kepribadian.
Dan siapa pula yang ingin mendengarmu menangis?
Di antara kita ada istilah, "menangis tidak akan menyelesaikan masalah".
Baiklah.
Lupakan saja.
Lupa.
Hilang.
Hapus dari memori.
Hidupmu harus terus berjalan.
Jangan biarkan dirimu membuang-buang suara, apalagi air mata.
Kita akan lupa.
Jangan, jangan lagi diingat-ingat.
Momen menyakitkan, perlahan pasti akan lenyap.
Hanya jangan pernah mengingatnya.
Jangan pernah mencatatnya.
Dan jangan pernah membacanya.
Untuk apa bunuh diri berkali-kali?
Karena kita manusia.
Karena ini akan jadi lebih mudah ketimbang mencari makna.
Minggu, 15 April 2018
Defense Mechanism
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar