"I don’t want to be mature I’m scared."
Winner - Immature
Sebelumnya berucap syukur dulu karena masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia selama 19 tahun. Wah, waktu benar-benar berjalan dengan sangat cepat, tanpa bisa dihentikan sama sekali. Saya merasa baru kemarin membuat tulisan tentang ulang tahun ke 18.
Entahlah, tapi semakin kemari kedewasaan semakin menyeramkan persis seperti yang diungkapkan Winner dalam lirik lagu Immature-nya. Jika ditanya mengapa, saya akan jelaskan dulu dari hal paling sederhana.
Gigi.
Ya, gigi paling belakang saya telah tumbuh beberapa bulan yang lalu dan rasanya sama sekali tidak menyenangkan. Sakit karena gusi harus terbelah sekali lagi. Pantas saja bayi demam saat tumbuh gigi. Bahkan gigi yang tumbuh di usia 18 tahun pun juga tak kalah menyakitkan. Saya sempat demam beberapa hari karenanya.
Sebagai seorang manusia biasa tentu saja saya mengeluh. Kehadiran gigi di pojok sana membuat saya tak habis pikir. Lagipula ia bahkan tumbuh tak sempurna (baca: miring). Lalu ibu saya dengan bijak berkata, "Allah nyiptain sesuatu pasti ada gunanya.". Dan baiklah, cukup. Jujur saja tidak ada penjelasan selanjutnya tentang kegunaan gigi tersebut karena saya belum mencari tahu. Anggap saja ini bagian cerita dari sesuatu yang menyeramkan tanpa ada kebijaksanaan di dalamnya.
Selanjutnya, pertanyaan tentang, "Fitria mana nih pacarnya?" jika sedang berkumpul di tengah keluarga besar.
Betapa mengerikan. Menyeramkan.
Dan bagi saya yang paling mengerikan adalah saat-saat di mana waktu bersama keluarga semakin berkurang. Anak perempuan dewasa yang menikah nantinya pasti akan dibawa suaminya. Lalu meninggalkan ayah, ibu, adiknya. Hah, meninggalkan ruang kamar saja rasanya sudah melankolis.
Maka merayakan ulang tahun bersama keluarga, bukankah hal yang paling istimewa? Kapan lagi kalau bukan sekarang waktunya? Sebelum nanti menikah dan merayakan setiap ulang tahunnya bersama seseorang di luar sana.
Barangkali ini pembelaan jomblo atas perayaan ulang tahun bersama keluarga tanpa pacar. Tapi tidak aneh kan jika saya mempunyai pemikiran bahwa selama belum menikah, mengapa tidak menghabiskan setiap waktunya bersama keluarga? Toh nantinya setelah menikah akan ada waktunya bersama si dia.
Waktu bersama keluarga akan menjadi sangat singkat jika tidak dinikmati. Anggaplah menikah di usia 25 tahun, berarti bersama keluarga hanya akan ada 25 kali perayaan ulang tahun. Lalu setelah menikah, jika diberi umur panjang atau setidaknya meninggal di usia 60 tahun, berarti berulang tahun bersama pasangan akan terjadi sebanyak 35 kali. Lebih singkat bersama keluarga kan?
Ketiga hal itulah yang mengerikan menurut saya. Gigi, pacar dan waktu bersama keluarga. Tidak setuju bukan masalah. Ini hanya pendapat saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar